YJE Paket Perencanaan Pembelajaran
Kurikulum Ekosistem Pendidikan YJE
◆ Panduan penggunaan template

Merancang RPA dan Modul Ajar di Ekosistem YJE

Dokumen ini menjelaskan cara memakai dua template rancangan pembelajaran YJE — Desain RPA 4 Komponen dan Modul Ajar Kurikulum YJE (Taksonomi PM) — beserta tiga rujukan yang mendasarinya: siklus ESA–ENE, peta Taksonomi Pembelajaran Mendalam (Bloom–SOLO), dan formula ABCD untuk merumuskan tujuan pembelajaran.

TEMPLATE 1 · SATU HALAMAN

Desain RPA 4 Komponen

Sketsa cepat sebuah rencana pembelajaran dalam empat kotak: Tujuan, Transformasi, Pengalaman ESA–ENE, dan Asesmen. Dipakai saat merancang atau mendiskusikan ide pembelajaran sebelum ditulis lengkap.

TEMPLATE 2 · DOKUMEN LENGKAP

Modul Ajar (Taksonomi PM)

Kerangka modul ajar 14 bagian (A–N) yang berlaku lintas mata pelajaran, dengan peta Taksonomi Pembelajaran Mendalam tertanam pada Bagian F sebagai acuan penjenjangan tujuan dan aktivitas.

CARA PAKAI

RPA dahulu, lalu Modul Ajar

RPA adalah kerangka berpikir sebelum menulis; Modul Ajar adalah dokumen resmi yang diserahkan. Isi keempat kotak RPA, baru kembangkan menjadi modul lengkap.

Sudah paham kerangkanya? Buka Meja Kerja RPA untuk mengisi 11 data pembelajaran dan menghasilkan prompt siap pakai untuk asisten AI Anda.

Fondasi 1 dari 4

Kerangka Pedagogi YJE (How We Teach)

Sebelum masuk ke siklus ESA–ENE, taksonomi, dan formula ABCD, ketiganya berpijak pada satu kerangka pedagogis yang sama: Kerangka Pedagogi Yayasan Joseph Esa Ene — cara pandang tentang mengajar yang mendasari seluruh template RPA dan Modul Ajar di dokumen ini.

A · Landasan Pedagogi

Pedagogi YJE bertujuan membentuk manusia secara utuh melalui integrasi lima unsur berikut, bukan sekadar mentransfer pengetahuan:

01
Pembelajaran Nasional

Mengikuti kurikulum dan capaian pembelajaran nasional yang berlaku.

02
Nilai Karakter JMJ

Menghidupkan nilai-nilai karakter khas Josephin – Maria – Yosef dalam keseharian belajar.

03
Pembelajaran Mendalam

Mendorong siswa memahami, menerapkan, dan merefleksikan — bukan sekadar menghafal.

04
Spiritualitas Santo Yoseph

Menjiwai proses belajar dengan ketekunan, kesetiaan, dan pelayanan seturut teladan Santo Yoseph.

05
Kebutuhan Nyata Siswa & Masyarakat

Menjawab kebutuhan riil peserta didik dan konteks masyarakat di sekitarnya.

Guru dipandang bukan hanya sebagai pengajar, tetapi sebagai pembentuk karakter, pendamping pertumbuhan, fasilitator belajar, teladan hidup, dan agen transformasi.

B · Pernyataan Pedagogis

  • Setiap anak mampu bertumbuh.
  • Belajar harus memerdekakan.
  • Karakter dibentuk melalui pengalaman.
  • Guru hadir untuk menemani, bukan mendominasi.
  • Refleksi sama pentingnya dengan pencapaian.
  • Belajar harus membawa dampak bagi kehidupan.

C · 7 Prinsip Pedagogi Yayasan

Tujuh prinsip ini menjadi acuan ketika merancang pengalaman ESA–ENE dan menyusun aktivitas di Modul Ajar — perhatikan bahwa prinsip di sini melengkapi, bukan menggantikan, "7 Nilai Pembelajaran YJE" pada bagian Ringkasan Kurikulum.

1

Personal

Menghargai keunikan setiap anak

Kami percaya setiap peserta didik unik.

  • Mengenali kebutuhan belajar
  • Memperhatikan tahap perkembangan
  • Memberi diferensiasi & membangun relasi
Pertanyaan guruSiapa anak yang sedang saya ajar?
Student profileCoaching conferencePembelajaran diferensiasi
2

Deep

Belajar secara mendalam

Pembelajaran tidak berhenti pada mengetahui, tetapi memahami, menerapkan, merefleksikan, dan mentransformasikan.

  • Mengurangi hafalan, memperbanyak eksplorasi
  • Memberi pertanyaan terbuka
  • Menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan
Pertanyaan guruMengapa ini penting untuk hidup mereka?
InquiryPBLService learningRefleksi
3

Reflective

Belajar melalui refleksi

Belajar terjadi ketika pengalaman diolah menjadi makna.

  • Menyediakan ruang refleksi
  • Mengembangkan kesadaran diri
  • Membangun discernment
Pertanyaan guruApa yang dipelajari tentang diri dan kehidupan?
Exit reflectionJournalingCircle reflection
4

Formative

Menumbuhkan, bukan menghakimi

Asesmen dipakai untuk pertumbuhan, bukan sekadar menilai.

  • Memberi umpan balik
  • Menggunakan asesmen formatif
  • Memantau perkembangan
Pertanyaan guruApa langkah berikutnya agar anak bertumbuh?
Feed upFeedbackFeed forward
5

Experiential

Belajar melalui pengalaman nyata

Pengetahuan menjadi hidup ketika dialami.

  • Menghadirkan konteks nyata
  • Membuka pengalaman langsung
  • Menghubungkan sekolah dan masyarakat
Pertanyaan guruDi mana anak dapat mengalami ini?
ObservasiSimulasiProjekKunjungan belajar
6

Collaborative

Bertumbuh bersama

Belajar adalah pengalaman sosial.

  • Menciptakan ruang dialog
  • Melatih kerja sama
  • Melibatkan orang tua
Pertanyaan guruSiapa yang dapat belajar bersama?
Group inquiryPeer learningCommunity partnership
7

Transformative

Belajar untuk menjadi berkat

Tujuan akhir belajar adalah perubahan hidup.

  • Menuntun peserta didik bertindak
  • Menumbuhkan kepemimpinan
  • Mengembangkan pelayanan
Pertanyaan guruSetelah belajar, apa yang berubah?
Action projectCampaignSocial innovation

E · Peran Guru

Guru Yayasan Joseph Esa Ene menjalankan lima peran berikut sekaligus dalam mendampingi murid:

1
Shepherd

Mengarahkan.

2
Mentor

Mendampingi.

3
Designer

Merancang pengalaman belajar.

4
Facilitator

Memfasilitasi proses.

5
Witness

Menjadi teladan.

“Teach Deeply. Form Character. Transform Life.” TAGLINE PEDAGOGI · YAYASAN JOSEPH ESA ENE

Fondasi 2 dari 4

Siklus ESA–ENE Learning Cycle

Pedagogi khas YJE: enam tahap yang menghubungkan pengalaman, pencarian, pemaknaan, tindakan, pembiasaan, dan refleksi. Alur ini wajib terbaca pada kedua template — pada RPA di kotak "Pengalaman", pada Modul Ajar di Bagian F dan G.

E

Experience

Mengalami

Peserta didik mengamati, mencoba, atau menghadapi sesuatu sebelum mendapat penjelasan guru.

S

Search

Menyelidiki

Mencari informasi, data, atau pola yang dibutuhkan untuk memahami pengalaman tersebut.

A

Analyze

Memaknai

Menemukan hubungan, sebab-akibat, dan nilai dari pengalaman — kelas membangun pemahaman bersama.

E

Engage

Bertindak

Mengubah pemahaman menjadi tindakan: mengerjakan, membuat, atau memecahkan masalah nyata.

N

Nurture

Menumbuhkan

Membangun kebiasaan berpikir yang diulang setiap pertemuan agar perubahan bertahan.

E

Evaluate

Merefleksikan

Menilai proses belajar sendiri, memberi dan menerima umpan balik, merumuskan perbaikan.

Tahap Memahami (E–S)
Tahap Mengaplikasi (A–E)
Tahap Merefleksi (N–E)

Fondasi 3 dari 4

Peta Taksonomi Pembelajaran Mendalam

Dua taksonomi — Bloom (Anderson & Krathwohl, 2001) dan SOLO (Biggs & Collis, 1982) — dipakai bersama untuk menilai kompleksitas pemahaman dan menjenjangkan aktivitas. Ketiganya bertemu dalam tiga tahap Pembelajaran Mendalam (PM) yang dijalankan melalui alur ESA–ENE. Klik salah satu baris untuk menyorot tahapnya di diagram siklus di atas.

Tahap PM Tahap ESA–ENE Taksonomi Bloom Taksonomi SOLO Proses belajar siswa
1 · Memahami Experience → Search Mengingat, Memahami Unistruktural → Multistruktural Mengonstruksi pengetahuan awal, mengingat informasi, mengumpulkan banyak ide.
2 · Mengaplikasi Analyze → Engage Menerapkan, Menganalisis Relasional (menghubungkan aspek secara kohesif) Menghubungkan ide dan menerapkan konsep pada masalah nyata yang kontekstual.
3 · Merefleksi Nurture → Evaluate Mengevaluasi, Mencipta Abstrak Diperluas (Extended Abstract) Mengevaluasi tindakan, meregulasi diri, memperluas ide ke konteks baru.
Uji cepat surface vs. deep learning — bila seluruh aktivitas modul masih dapat dikerjakan siswa dengan cara mengingat dan menyebutkan (SOLO Unistruktural–Multistruktural), modul belum sampai pada Pembelajaran Mendalam. Progresi Memahami → Mengaplikasi → Merefleksi wajib terbaca pada Bagian B dan F Modul Ajar; jangan berhenti di tahap Memahami.

Fondasi 4 dari 4

Formula ABCD untuk Tujuan Pembelajaran

Empat unsur pokok agar rumusan tujuan pembelajaran spesifik, terukur, dan representatif. Dipakai untuk mengisi kotak "Tujuan" pada RPA dan baris Tujuan Pembelajaran pada Bagian B Modul Ajar.

A

Audience — Peserta Didik

Siswa sebagai pelaku utama yang mengalami aktivitas belajar, bukan guru.

"siswa mampu ..."
B

Behavior — Perilaku

Kata kerja operasional (KKO) yang terukur. Gunakan hanya satu KKO utama per tujuan — jangan gabungkan dua KKO dalam satu rumusan.

"... dapat menyebutkan ..."
C

Condition — Kondisi

Keadaan atau media pembelajaran yang mendasari munculnya perilaku yang diharapkan.

"Setelah menyaksikan video tentang ..."
D

Degree — Tingkat Keberhasilan

Kriteria minimum yang dapat diterima; standar pembanding untuk mengukur pencapaian.

"... dengan bahasanya sendiri"
"Setelah menyaksikan video tentang C 'Pergaulan Hidup Masyarakat', siswa A dapat menyebutkan B arti Norma dengan menggunakan bahasanya sendiri D."

Bank kata kerja operasional per tahap Taksonomi PM

Pilih KKO sesuai jenjang taksonomi yang ingin dicapai tujuan tersebut — jangan hanya mengambil dari kolom Memahami untuk seluruh tujuan.

Memahami
menyebutkan · mengidentifikasi · menjelaskan · menguraikan · membedakan
Mengaplikasi
menerapkan · menghitung · menyusun · menganalisis · memecahkan · menghubungkan
Merefleksi
menilai · mengkritisi · membandingkan pilihan · merancang · mencipta · menggeneralisasi ke konteks baru

Template 1

Desain RPA — 4 Komponen

Satu halaman, empat kotak. Dipakai untuk menyusun kerangka berpikir sebuah rencana pembelajaran secara cepat, sebelum dikembangkan menjadi Modul Ajar lengkap — cocok untuk diskusi tim mapel atau curah gagasan awal.

🏁

Tujuan

What students will achieve

Rumusan hasil belajar yang ingin dicapai siswa pada sesi ini — susun dengan Formula ABCD dan pastikan levelnya jelas pada Peta Taksonomi PM.

  • Satu KKO utama per tujuan
  • Terukur dan dapat diamati buktinya
💡

Transformasi

What character growth

Pertumbuhan karakter atau sikap yang diharapkan tumbuh melalui sesi ini — merujuk pada nilai karakter ESA ENE / Sembilan Nilai SJMJ.

  • Sikap yang dilatih, bukan hanya diketahui
  • Harus dapat diamati perilakunya
🧭

Pengalaman

ESA–ENE activities

Ringkasan aktivitas pada tiap tahap siklus ESA–ENE untuk sesi ini.

  • Experience: pengalaman/pengamatan pembuka
  • Search: penyelidikan siswa
  • Analyze: pemaknaan bersama kelas
  • Engage: tindakan / penerapan
  • Nurture: kebiasaan yang dibangun
  • Evaluate: refleksi penutup
📈

Asesmen

How growth is measured

Cara pertumbuhan diukur, dari kesiapan awal hingga umpan balik penutup.

  • Diagnostik: kesiapan awal siswa
  • Formatif: pemantauan proses
  • Sumatif: pencapaian akhir
Protokol umpan balik Hattie — kolom umpan balik pada kotak Asesmen memakai tiga pertanyaan: Feed Up (ke mana saya menuju?), Feedback (sejauh mana kemajuan saya?), dan Feed Forward (apa langkah berikutnya?). Ketiganya ditujukan pada siswa, bukan sekadar catatan guru.

Template 2

Modul Ajar Kurikulum YJE (Taksonomi PM)

Kerangka 14 bagian (A–N) yang tetap untuk semua mata pelajaran; isi disesuaikan dengan karakteristik mapel masing-masing. Klik tiap bagian untuk membaca fungsinya dan apa yang wajib ada.

1–2 paragraf yang menempatkan mata pelajaran bukan sekadar penguasaan materi, tetapi juga pembentukan cara berpikir, karakter, dan tanggung jawab siswa. Dilengkapi tabel penerapan tujuh dari sembilan prinsip pembelajaran YJE (Personal, Purposeful, Deep, Reflective, Contextual, Collaborative, Transformative) pada mapel ini.

Rumus: "Dalam konteks [mapel], penguasaan [kompetensi inti] tidak diperlakukan sekadar sebagai [keterampilan teknis], tetapi juga sebagai latihan [bernalar/berempati/teliti/jujur/bertanggung jawab]."

Berisi Capaian Pembelajaran (CP), elemen/domain, kompetensi awal, tujuan pembelajaran, profil & indikator karakter, serta sarana-prasarana. Kolom ketiga "Tahap PM / Level Taksonomi" mencatat jenjang setiap tujuan.

  • Susun tujuan dari sederhana ke kompleks: mengenali → menjelaskan → menerapkan → menganalisis → mencipta
  • Sertakan minimal satu tujuan bermuatan karakter/refleksi yang tetap dapat diamati buktinya
  • Satu modul minimal memuat tujuan pada ketiga tahap PM (lihat Peta Taksonomi) — jangan berhenti di Memahami
  • Rumuskan tiap tujuan dengan Formula ABCD
Tujuan Pembelajaran pada Bagian B adalah rancangan operasional; wajib diselaraskan kembali dengan CP/ATP resmi mapel di satuan pendidikan.

Fokus pembelajaran pada lima dimensi pertumbuhan: Academic, Character, Social, Wellbeing, dan Digital Citizenship.

  • Minimal tiga dimensi wajib terisi (Academic, Character, Social), termasuk pada mapel yang tampak "tidak digital"
  • Digital Citizenship dapat berupa etika mengutip sumber, memverifikasi informasi, atau memakai AI secara jujur
  • Tulis fokus yang benar-benar terjadi di modul ini — setiap dimensi sebaiknya berjejak di Bagian F.2 (aktivitas ESA–ENE) dan Bagian H (asesmen)

Satu butir = satu gagasan utuh, dirumuskan sebagai kalimat pernyataan, bukan sekadar kata kunci.

Uji: "Bila siswa lupa hal ini setahun lagi, apakah pemahamannya runtuh?" Bila ya → konsep esensial. Bila tidak → detail. Contoh baik (IPA): "Energi tidak diciptakan atau dimusnahkan, hanya berubah bentuk" — bukan sekadar "Hukum kekekalan energi".

Pertanyaan terbuka yang tidak dijawab satu kata dan tidak langsung tersedia jawabannya di buku.

  • Hindari bentuk ya/tidak atau definisi — gunakan "mengapa", "bagaimana jika", "apa yang terjadi bila"
  • Tanyakan kembali pada tahap Evaluate agar siswa melihat perubahan pemahamannya sendiri

F.1 memuat Peta Taksonomi Pembelajaran Mendalam secara utuh — rujukan tetap yang tidak diubah. F.2 memetakan enam tahap ESA–ENE menjadi aktivitas dan evidence spesifik mapel, dengan kolom Tahap PM/Level Taksonomi yang sudah ditetapkan per tahap:

  • Experience (Memahami · SOLO Unistruktural) — pengalaman awal tanpa penjelasan guru
  • Search (Memahami · SOLO Multistruktural) — penyelidikan berpasangan/kelompok
  • Analyze (Mengaplikasi · SOLO Relasional) — kelas membangun pemahaman bersama
  • Engage (Mengaplikasi · SOLO Relasional) — siswa menerapkan konsep, menghasilkan karya
  • Nurture (Merefleksi · Relasional→Abstrak Diperluas) — rutinitas berpikir yang diulang
  • Evaluate (Merefleksi · SOLO Abstrak Diperluas) — exit ticket, self-assessment
Kolom "Tahap PM / Level Taksonomi" adalah rambu perancangan, bukan label administratif. Bila aktivitas Engage masih berupa meniru contoh, tahap itu sebenarnya masih Memahami — naikkan tuntutan tugasnya. Experience selalu mendahului penjelasan; jangan memulai modul dengan definisi.

Terdiri atas bahan/stimulus, 5 pertanyaan pemahaman berjenjang (mengenali → menjelaskan → menghubungkan → memprediksi → menyimpulkan), tabel kerja/penelusuran langkah, dan kesimpulan siswa dengan bahasa sendiri.

Tabel kerja adalah alat melihat proses berpikir, bukan hanya hasil akhir. Salin blok LKPD bila modul memerlukan lebih dari satu lembar kerja.

Empat komponen: diagnostik awal (tidak dinilai angka), rubrik formatif 4 level perkembangan, tugas sumatif berbobot dengan kriteria, dan asesmen karakter ESA ENE (nilai, indikator, lembar pengamatan guru, penilaian diri siswa).

  • Deskripsi rubrik ditulis sebagai perilaku teramati, bukan penilaian sifat — "menjelaskan alasan pada setiap langkah" bukan "siswa pandai"
  • Kriteria sumatif wajib menyertakan "kemampuan menjelaskan hasil karya sendiri" sebagai penjaga integritas akademik
  • Asesmen karakter dilaporkan deskriptif, tidak dikonversi jadi nilai angka mapel

Kalimat rumpang yang diisi siswa: apa yang dipahami hari ini, bagian termudah dan mengapa, kesalahan dan perbaikannya, kerja sama dengan teman, dan harapan pertemuan berikutnya.

Pertanyaan reflektif guru: apakah siswa benar-benar memahami atau hanya mengikuti prosedur, bagian mana yang menimbulkan miskonsepsi, siapa yang perlu scaffolding atau pengayaan, dan bukti Academic/Character Growth yang tampak.

Remedial: sederhanakan bahan, beri contoh berlabel, kerjakan bersama guru selangkah demi selangkah. Pengayaan: variasikan konteks, tambah kesulitan, minta siswa menemukan kesalahan pada contoh, jadikan peer tutor.

Empat jenis portofolio pertumbuhan: Learning Portfolio (LKPD, asesmen formatif, produk akhir), Character Portfolio (self-assessment sikap), Project Portfolio (bila modul jadi mini-project), dan Leadership Portfolio (opsional — bukti menjadi peer tutor/memimpin diskusi).

Jangan memulai dengan definisi/hafalan — mulai dari pengalaman dan makna. Minta siswa memprediksi sebelum diberi jawaban. Tanyakan "mengapa?" lebih sering daripada "apa jawabannya?". Gunakan kesalahan sebagai bahan belajar. Jaga integritas akademik: siswa boleh berdiskusi tetapi harus mampu menjelaskan karyanya.

Satu paragraf yang merangkai bagaimana modul bergerak dari pengalaman nyata hingga evaluasi diri, dan bagaimana kompetensi mapel berkembang bersama karakter, kolaborasi, refleksi, dan digital citizenship — selaras dengan Kurikulum Ekosistem Pendidikan YJE.


Praktik

Alur Kerja: dari Ide ke Modul Jadi

Urutan yang disarankan untuk guru YJE menyusun rancangan pembelajaran dari nol.

1

Sketsa dengan Desain RPA 4 Komponen

Isi keempat kotak — Tujuan, Transformasi, Pengalaman, Asesmen — untuk menguji apakah ide pembelajaran sudah lengkap dan bergerak dari Memahami ke Merefleksi.

2

Rumuskan tujuan dengan ABCD

Ubah kalimat tujuan pada kotak Tujuan menjadi rumusan Audience–Behavior–Condition–Degree dengan satu KKO utama, lalu tandai levelnya pada Peta Taksonomi PM.

3

Kembangkan menjadi Modul Ajar

Pindahkan hasil RPA ke Bagian B dan F Modul Ajar, lalu lengkapi Bagian A, C–E, G–N sesuai karakteristik mata pelajaran.

4

Periksa progresi taksonomi

Pastikan tujuan pada Bagian B dan aktivitas pada Bagian F.2 benar-benar naik dari Memahami → Mengaplikasi → Merefleksi, bukan mengulang level yang sama.

5

Verifikasi lima hal yang tidak boleh hilang

Alur ESA–ENE terbaca jelas · minimal 3 dimensi pertumbuhan terisi · tiga jenis asesmen lengkap · refleksi siswa & guru terisi · progresi taksonomi terbaca.

Konteks nilai & pertumbuhan

Rujukan pendukung saat mengisi kedua template

Sembilan Nilai Karakter SJMJ — sumber isian kotak Transformasi (RPA) dan Asesmen Karakter (Bagian H Modul Ajar):

01
Ketanggapan

Responsiveness — peka dan cepat merespons kebutuhan sesama

02
Kreativitas

Creativity — mencipta dan mendayagunakan potensi diri

03
Tanggung Jawab

Responsibility — menuntaskan tugas dan kewajiban

04
Integritas

Integrity — jujur dan konsisten kata dengan perbuatan

05
Keadilan

Fairness — memperlakukan orang lain sederajat

06
Keramahtamahan

Hospitality — santun dan menyenangkan dalam pergaulan

07
Kasih Sayang

Care — peduli dan menghargai perbedaan orang lain

08
Rasa Hormat

Respect — mendengarkan dan menghargai orang lain

09
Disiplin

Discipline — tertib dan patuh pada ketentuan

Lima Dimensi Learning Growth System — sumber isian Bagian C Modul Ajar (minimal 3 wajib terisi):

Academic Growth

Pengetahuan & keterampilan akademik

Character Growth

Kebiasaan dan sikap

Social Growth

Kolaborasi, empati, inisiatif

Wellbeing Growth

Kesehatan, emosi, rasa aman

Digital Citizenship

Penggunaan teknologi & sumber secara etis

Prinsip Pembelajaran YJE — konteks penyusunan kotak Pengalaman (RPA) dan Bagian A Modul Ajar:

PersonalMengenali kebutuhan & kecepatan tiap siswa
PurposefulSetiap kegiatan bermakna & bertujuan jelas
DeepMemahami konsep, menghubungkan gagasan
ReflectiveMerefleksikan proses & hasil belajar
ContextualDihubungkan dengan kehidupan nyata
CollaborativeBelajar melalui kerja sama & dialog
TransformativeMendorong perubahan sikap & kebiasaan

Sumber

Dokumen Rujukan

Panduan ini disusun dari lima dokumen berikut.

📘
Kurikulum Pendidikan YJE (draf rev.5)Landasan filosofis, ESA–ENE Learning Cycle, Learning Growth System, Sembilan Nilai Karakter SJMJ, Profil Murid YJE
🗂️
Template Desain RPA YJE — 4 KomponenKerangka satu halaman: Tujuan, Transformasi, Pengalaman, Asesmen
📄
Template Modul Ajar Kurikulum YJE (Taksonomi PM)Kerangka 14 bagian (A–N) dengan peta Taksonomi Pembelajaran Mendalam terintegrasi pada Bagian F
🎯
Formula ABCD — Unsur Pokok Perumusan Tujuan PembelajaranAudience, Behavior, Condition, Degree beserta contoh integrasinya
🧭
Panduan Pedagogi YJEKerangka fondasi filosofis, peran guru (Shepherd, Mentor, Designer, Facilitator, Witness), dan protokol umpan balik Hattie
🌱
Kerangka Pedagogi YJE — How We TeachLandasan pedagogi, pernyataan pedagogis, 7 Prinsip Pedagogi Yayasan (Personal–Transformative), dan peran guru
Progres penyusunan
0/0
YJEPanduan Guru
Kurikulum YJE · Alur Kerja dengan AI

Dari Data Pembelajaran ke Modul Ajar

Panduan praktis dua langkah untuk menyusun Rencana Pembelajaran dan Asesmen (RPA) beserta Modul Ajar, dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam dan model pembelajaran ESA ENE. Isi data di halaman ini, salin prompt yang terbentuk, lalu jalankan di asisten AI Anda.

2 Langkah 11 Data Pembelajaran Prompt siap salin Isian tersimpan otomatis Unduh & muat Excel / CSV / JSON
Konteks

Kenapa alur ini penting

AI hanya sebaik bahan yang Anda berikan. Alur ini memisahkan pekerjaan menjadi dua tahap agar hasilnya tetap terkendali: kerangka dulu, baru isi. Guru tetap pemilik keputusan pedagogis; AI mengerjakan penyusunan formatnya.

Prinsip 01

Data dulu, prompt kemudian

Sepuluh data pembelajaran adalah bahan bakunya. Semakin jelas tujuan dan materi pokok, semakin tajam hasil yang keluar.

Prinsip 02

Kerangka sebelum isi

Langkah 1 menghasilkan Desain RPA. Langkah 2 mengembangkannya menjadi Modul Ajar — bukan dua percakapan terpisah, tapi satu alur berkelanjutan.

Prinsip 03

Template adalah aturan main

File Kurikulum YJE dan template resmi yang Anda unggah menentukan struktur, istilah, serta penerapan Pembelajaran Mendalam dan model ESA ENE.

Rujukan wajib

Capaian Pembelajaran dan inspirasi ATP diambil dari portal Guru Kemendikdasmen. Definisi dan tahapan model ESA ENE mengikuti dokumen Kurikulum YJE yang Anda unggah — jangan biarkan AI mengarang tahapannya sendiri.

Persiapan

Berkas yang disiapkan

Siapkan berkas berikut sebelum membuka asisten AI. Centang yang sudah ada di tangan.

Sumber berkas

File Kurikulum YJE dan seluruh template tersedia di folder Google Drive sekolah. Unduh dulu ke perangkat Anda sebelum diunggah ke asisten AI.

Buka folder Drive
Formulir

Data Pembelajaran

Isian di bawah langsung mengisi kedua prompt di halaman ini dan tersimpan otomatis di peramban. Isian bisa diunduh sebagai Excel, CSV, atau JSON — dan dimuat kembali dari berkas yang sama di perangkat lain atau oleh rekan guru.

Identitas Sekolah & Pengesahan

Data Pembelajaran

Semakin jelas tujuan yang diberikan, hasilnya akan semakin baik.

Semakin jelas dan detail materi yang diberikan, hasilnya akan semakin baik.

Disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran. Sintaksnya nanti dipetakan ke pengalaman belajar ESA ENE.

Ekspor
Impor

Pratinjau tabel · nama berkas: Mapel_Kelas_Fase

NoDataIsian
Langkah 01

Bangun Desain RPA

Buka satu percakapan baru di asisten AI. Unggah tiga berkas berikut sekaligus, lalu kirim prompt di bawahnya. Pertahankan percakapan ini — Langkah 2 melanjutkan dari sini.

Prompt Langkah 1 · Desain RPA

    
Langkah 02

Kembangkan jadi Modul Ajar

Tetap di percakapan yang sama. Unggah template modul ajar dan sumber belajar tambahan, lalu kirim prompt lanjutan.

Prompt Langkah 2 · Modul Ajar

    
Verifikasi

Periksa sebelum dipakai

Hasil AI adalah draf, bukan dokumen final. Lima pemeriksaan ini yang paling sering menemukan masalah.

Bila hasil melenceng

Jangan mulai percakapan baru. Balas dengan koreksi spesifik — sebutkan bagian mana, apa yang salah, dan rujuk kembali ke template. AI mempertahankan konteks berkas yang sudah diunggah.

Panduan Pengembangan RPA & Modul Ajar · Kurikulum YJE · Folder berkas Pembelajaran Mendalam · ESA ENE